/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Masih dalam rangka rangkain Hari Air Dunia XXVI Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melaksanakan Workshop Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA) di Wilayah Sungai Bengawan Solo. Kegiatan ini diikuti oleh Bappeda, Dinas PU SDA, LSM dan  Komunitas Peduli Sungai di wilayah sungai Bengawan Solo.

Andri Rachmanto selaku Kasatker SNVT PJSA yang juga ketua pelaksana kegiatan mengatakan bahwa tujuan dilaksanakan workshop ini adalah untuk mengetahui kondisi konservasi dan melaksanakan monitoring & evaluasi terhadap pelaksanaan GN-KPA di Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Kegiatan workshop ini meliputi pembahasan implementasi GN-KPA di Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, pembahasan peran BAPPEDA Kabupaten Wonogiri dalam pelaksanaan GN-KPA di tingkat Kabupaten, pembahasan kegiatan konservasi di Hulu Bendungan Serbaguna Wonogiri melalui LOAN JICA IP522 & IP567, serta mengharapkan lesson learned keberhasilan konservasi dan cara mengukur keberhasilan konservasi.

Dalam sambutannya Kepala BBWS Bengawan Solo Charisal A. Manu mengatakan. Kegiatan ini merupakan sarana untuk mencari solusi terhadap permasalahan sumber daya air yang terjadi di wilayah Sungai Bengawan Solo agar kelestarian sumber daya air dapat terjaga sampai generasi yang akan datang.

“Harapannya stakeholder yang ada dapat membantu BBWS Bengawan Solo dalam rangka dapat melaksanakan kegiatan GN-KPA secara berkelanjutan.” Ujar Charisal.

Kegiatan GN-KPA ini sesuai dan selaras dengan misi ke-lima dari Kementerian PUPR yaitu mempercepat pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air termasuk sumber daya maritim untuk mendukung kedaulatan pangan, ketahanan air, dan kedaulatan energi guna mendukung sektor-sektor domestik dalam rangka kemandirian ekonomi di seluruh Indonesia. (DATIN BBWSBS/maw)