/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Kepala Subdirektorat Irigasi Wilayah Barat Ditjen SDA Jhon Sianipar bersama Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Isgiyanto serta beberapa pejabat eselon dan kesatkeran BBWS Bengawan Solo melaksanakan tinjauan lapangan rencana pembangunan Bendung Gerak Karangnongko di Kabupaten Bojonegoro, Rabu (04/07/18).

Lokasi Bendung Gerak Karangnongko ini direncanakan di Sungai Bengawan Solo (Lower Solo River Basin) sekitar 15 km di hilir pertemuan Sungai Bengawan Solo dengan Sungai Madiun, tepatnya di sebelah kanan di Desa Ngelo Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro dan di sebelah kiri di Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora.

Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko menjadi penting untuk dilaksanakan dalam rangka mewujudkan bendung gerak sebagai infrastruktur untuk pasokan air irigasi dan air baku bagi masyarakat di DAS Bengawan Solo sebelah hilir.

Jaringan irigasi baru akan dikembangkan pada kedua sisi dihilir sungai Bengawan Solo, yaitu jaringan irigasi kiri dan jaringan irigasi kanan. Untuk jaringan irigasi kanan, pada dasarnya mengikuti jaringan irigasi Solo Valley yang dibangun oleh pemerintah Belanda pada tahun 1890.

Saat ini hampir semua daerah irigasi di hilir Karangnongko memperoleh air dengan pompa dari air Sungai Bengawan Solo dan air tanah dengan intensitas tanam 160%. Setelah adanya Bendung Gerak Karangnongko diharapkan intensitas tanam di hilir bendung gerak dapat ditingkatkan dari 160% menjadi 250%.

Nantinya dengan adanya suplai air dari Bendung Gerak Karangnongko total luas daerah irigasi yang bisa dialiri seluas 6.950 ha dengan rincian luas jaringan irigasi kanan seluas 5.203 Ha dan jaringan irigasi kiri seluas 1.747 ha. (DATIN BBWSBS/maw)