/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Tim Pengkajian Daerah Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Setjen Wantannas) melaksanakan kunjungan kerja ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo,  Selasa (9/10/2018). Kunjungan diterima oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo yang didampingi oleh para pejabat Eselon dan Kesatkeran di Ruang Sidang Bengawan Solo, turut hadir Kepala Balai Pengeloaan DAS dan Hutan Lindung Solo .

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Charisal A. Manu memberikan apresiasi positif atas kunjungan Tim Wantannas. Ia sekaligus memberikan gambaran tentang Pengelolaan Sumber Daya Air di wilayah Sungai Bengawan Solo.

“Kami ucapkan selamat datang kepada rekan-rekan dari  Wantannas, semoga kunjungan kali ini dapat memberikan informasi sehingga antar instansi dapat melaksanakan tugas-tugas dengan baik sehingga kita semua dapat bermanfaat bagi masyarakat” Ungkap Charisal.

Kunjungan Kajian Daerah kali ini bertujuan untuk memperoleh informasi akurat dan up to date terkait pengelolaan sumber daya air di wilayah Sungai Bengawan Solo.  Tim Kajida Wantannas dipimpin oleh Marsda TNI Emir Panji Dermawan S.Sos selaku Deputi Pengembangan Setjen Wanttanas yang didampingi Brigjen TNI Syahrial E, Siregar S.E, Kolonel Arm Ganef Sundowo, S.I.P, Kol. Inf. Joko Setyo Putro dan Kolonel Sus Drs H Nurofik.

“Kami Ucapkan terimakasih kepada teman-temanyang telah menyambut dengan baik, misi kami memberikan laporan kepada Presiden tentang situasi dan perkembangan yang menyangkut masalah pengelolaan sumber daya air dan DAS khususnya di Wilayah Sungai Bengawan Solo” Terang Emir.

Pertemuan dilanjutkan dengan pemaparan kondisi dan permasalahan pengelolaan DAS Solo yang disampaikan oleh Ir. Suratman M.Si selaku Kepala Balai Pengeloaan DAS dan Hutan Lindung Solo yang dilanjutkan dengan disksui.

Rombongan melanjutkan kunjungan ke Proyek Pekerjaan Penanganan Banjir Surakarta Paket 3 di Bendung Karet Tirtonadi. Tentunya segala masukan dan saran dari Tim Wantannas kedepannya akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan pengelolaan Sumber Daya Air dan Daeran Aliran Sungai (DATINBBWS/sita)