/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Dalam rangka peningkatan kapasitas SDM Sekretariat Dewan SDA Nasional untuk pengelolaan SDA melakukan peninjauan Bendungan Wonigiri (Sabtu 30 Juni 2018).

Setelah tiba di lokasi Gardu Pandang, seluruh anggota Sekretariat Dewan SDA Nasional melihat kondisi Waduk.  PPK DSE BBWS Bengawan Solo Abdul Mahmud S.T, M.T selaku pendamping memberikan penjelasan tentang sejarah singkat, fungsi, dan kondisi.

“Selain fungsi utama Bendungan Wonogiri sebagai pengendali banjir juga dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), sumber untuk air minum, serta irigasi pertanian,” jelasnya.

“Sekarang yang menjadi masalah adalah sedimentasi dan penyumbang paling besar sedimentasi dari beberapa anak sungai adalah Sungai keduang untuk itu dilakukan pengelolaan Daerah Aliran Sungai di Daerah Tangkapan Air untuk mengurangi sedimentasi,” tambahnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi, menurut Kepala Perencanaan dan Program Sekretariat Dewan SDA Nasional Faliansyah S.T, M.Dev.Plg, setelah melihat kondisi Bendungan Wonogiri sampai saat ini dilihat dari umur rencana dengan kapasitas tampung waduk sebenarnya cukup baik, tapi permasalahan utama adalah sedimentasi.

Peninjauan dilanjutkan dengan melihat Checkc Dam kecil dan Watershed di Desa Jatirejo dan Desa Tempursari (DATINBBWSBS)