/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Terjaganya sumber daya alam disuatu wilayah didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Seperti adanya Komunitas Sungai sebagai wadah penjagaan kelestarian sungai dan pengelolaan risiko bencana di daerah aliran sungai dengan pendekatan ecosystem based.

Hari ini 4 Agustus 2018 Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan Pengukuhan Komunitas Sungai Birin di Balai Desa Baturan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang dihadiri oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinis Jawa Tengah, Jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten, warga Desa Baturan, warga Desa Mlese, Relawan Kecamatan Gantiwarno, Komunitas Peduli Sungai se Kabupaten Klaten dan di damping oleh KKN angkatan 96 kelompok 267 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

“Pengukuhan ini merupakan proses panjang, dimulai dari menumbuhkan kesadaran dan menciptakan inovasi dan kreasi sampai waktu yang lama,” kata Arif Fuad Hidayat selaku Ketua Panitia.

Pengukuhan Komunitas Sungai Birin Tahun 2018 ditandai dengan Pembacaan Komitmen oleh seluruh anggota komunitas kemudian dilakukan penyematan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Charisal A. Manu kepada perwakilan yang terdiri dari Kepala Desa Mlese, Kepala Desa Baturan, Perwakilan Kecamatan Jatiwarno, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda dan Perwakilan Mahasiswa KKN.

“Ini adalah Komunitas Sungai ke 27 yang telah kami kukuhkan, meskipun didaerah hulu tapi antuasias dan semangat teman-teman sangat luar biasa. Semoga kita semua bisa melestarikan sungai untuk diri sendiri, komunitas, masyarakat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia” Ujar Charisal A. Manu sesaat setelah melakukan penyematan.

Komunitas sungai diharapkan dapat menumbuhkan komitmen dan meningkatkan kapasitas dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya air dan sungai di daerah dalam rangka gerakan pengurangan risiko bencana (DATIN BBWSBS/sita).