/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Gotong Royong Menuju Sungai Klaten Yang Rahayu

Jumat 20 April 2018 Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) Charisal A. Manu, Bupati Klaten Sri Mulyani
beserta Komunitas Sungai Dengkeng mengunjungi Rawa Jombor yang berlokasi di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Hal ini sebagai tindak lanjut peninjauan
pembersihan enceng gondok yang telah dilaksanakan sejak 15 Februari lalu.

Pada saat ini pekerjaan pembersihan enceng gondok sudah mencapai kurang lebih 90% dan ditargetkan akan selesai pada
tanggal 28 April. Sri Mulyani menambahkan, kedepan kawasan Rawa Jombor akan dikembangkan menjadi obyek wisata yang menarik, nyaman dan ramah lingkungan.

Rombongan melanjutkan rangkaian kunjungan ke Desa Wiro dalam acara sosialisasi pelaksanaan pemeliharaan sungai dengkeng 2018. Acara ini dihadiri Prof Dr. Suratman dari UGM,
camat Cawas, BPBD Klaten, Kepala Desa Wiro, SMK Bayat dan warga masyarakat. Pada sosialisasi kali ini, Charisal A. Manu mengatakan BBWS Bengawan Solo selalu siap membantu masyarakat sekitar sungai untuk memelihara Sungai Dengkeng.

Sri Mulyani juga berpesan agar masyarakat sekitar menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan agar lingkungan selalu bersih dan sehat. (DATIN BBWSBS/agus)

Kemajuan Proyek Pengendalian Banjir Surakarta 2018

Surakarta (17/04/18) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KPUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Direktorat Jendral (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) mempercepat pembangunan proyek pengendalian Banjir di Surakarta. Saat ini progress pembangunan dapat dikatakan mencapai kurang lebih 80%. Ada tiga paket kontruksi dalam proyek tersebut, yakni normalisasi Hilir Kali Pepe (Paket 1), Penanganan Sungai Bengawan Solo (Paket 2) dan Pengendalian Banjir di Hulu Kali Pepe (Paket 3).

Paket 1 dilakukan dengan penguatan tebing dan normalisasi Kali Pepe Hilir mulai dari Bendung Titonadi sampai dengan Pintu Air Demangan (Hilir) untuk mempertahankan kapasitas tampung sungai. Proyek paket 1 ini meliputi 13 kelurahan di 3 kecamatan di Kota Surakarta. Progress pekerjaan untuk paket 1 telah mencapai 74%.

Paket 2 dengan progress 88% merupakan penanganan Sungai Bengawan Solo dengan meninggikan tanggul dan parapet yang sudah ada dan membangun parapet yang belum ada. Proyek pada paket 2 juga dilakukan perbaikan pemasangan pompa pengendali banjir dibeberapa lokasi. Lokasi yang dikerjakan meliputi Jembatan Mojo-Demangan, Puncangsawit dan Kawasan Taman Satwa Jurug.

Paket 3 dengan progress 78% merupakan Pengendalian Banjir di Hulu Kali Pepe dengan melakukan rehabilitasi Bendung Karet Tirtonadi, normalisasi dan penguatan tebing-tebing kali yang kritis dan pemasangan pintu air dan pompa pengendali banjir. Dalam melakukan rehabilitasi Bendung Karet Tirtonadi diperlukan relokasi warga yang tinggal di bantaran sungai yang dibuatkan rumah susun.

Ada beberapa kendala yang membuat pengendalian banjir belum optimal, diantaranya kendala cuaca seperti hujan yang menaikan air sungai, tingginya debit air dan beberapa kendala teknis lainnya. Kendala tersebut terkadang menghambat proyek pengendalian banjir Surakarta ini namun proyek ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2018. (DATIN BBWSBS/sita, jendar)

Workshop GNKPA di Wilayah Sungai Bengawan Solo

Masih dalam rangka rangkain Hari Air Dunia XXVI Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melaksanakan Workshop Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA) di Wilayah Sungai Bengawan Solo. Kegiatan ini diikuti oleh Bappeda, Dinas PU SDA, LSM dan  Komunitas Peduli Sungai di wilayah sungai Bengawan Solo.

Andri Rachmanto selaku Kasatker SNVT PJSA yang juga ketua pelaksana kegiatan mengatakan bahwa tujuan dilaksanakan workshop ini adalah untuk mengetahui kondisi konservasi dan melaksanakan monitoring & evaluasi terhadap pelaksanaan GN-KPA di Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Kegiatan workshop ini meliputi pembahasan implementasi GN-KPA di Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, pembahasan peran BAPPEDA Kabupaten Wonogiri dalam pelaksanaan GN-KPA di tingkat Kabupaten, pembahasan kegiatan konservasi di Hulu Bendungan Serbaguna Wonogiri melalui LOAN JICA IP522 & IP567, serta mengharapkan lesson learned keberhasilan konservasi dan cara mengukur keberhasilan konservasi.

Dalam sambutannya Kepala BBWS Bengawan Solo Charisal A. Manu mengatakan. Kegiatan ini merupakan sarana untuk mencari solusi terhadap permasalahan sumber daya air yang terjadi di wilayah Sungai Bengawan Solo agar kelestarian sumber daya air dapat terjaga sampai generasi yang akan datang.

“Harapannya stakeholder yang ada dapat membantu BBWS Bengawan Solo dalam rangka dapat melaksanakan kegiatan GN-KPA secara berkelanjutan.” Ujar Charisal.

Kegiatan GN-KPA ini sesuai dan selaras dengan misi ke-lima dari Kementerian PUPR yaitu mempercepat pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air termasuk sumber daya maritim untuk mendukung kedaulatan pangan, ketahanan air, dan kedaulatan energi guna mendukung sektor-sektor domestik dalam rangka kemandirian ekonomi di seluruh Indonesia. (DATIN BBWSBS/maw)

Penandatanganan P3-TGAI Tahap 2 Wilayah Hulu

Pada hari jumat tanggal 13 April 2018, BBWS Bengawan Solo melalui PPK OPSDA II (Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air) melakukan penandatanganan kerjasama untuk pelaksanaan P3-TGAI (Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi) tahap ke 2 untuk wilayah hulu. Sebanyak 68 orang yang terdiri dari 34 orang kepala desa dan 34 orang ketua P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) melakukan penandatanganan dengan PPK OPSDA II dan disaksikan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Ir. Charisal Akdian Manu, M.Si, Kepala Satker OP, serta Kepala Bidang OP.

Pada tahap ke 2 ini sebanyak 34 Desa di 3 Kabupaten menerima program ini. Kabupaten Boyolali (2 Desa), Kabupaten Karanganyar (18 Desa) dan Kabupaten Wonogiri (14 Desa).

“uang negara yang datangnya dari rakyat harus dipertanggungjawabkan dalam bentuk infrastruktur terbangun” ujar pria yang akrab disapa Roga ini.

Charisal juga menegaskan bahwa maksud dari kerjasama ini dibangun dengan kepercayaan untuk mewujudkan infrastruktur di bidang irigasi dalam rangka meningkatkan efisiensi pemanfaatan air yang berujung pada peningkatan produksi pangan. (DATIN BBWSBS/jndr)

Penandatangan Kontrak di Lingkungan SNVT Bendungan

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo hari ini, Rabu (11/04/18) melaksanakan penandatanganan kontrak sebanyak 5 paket pekerjaan di lingkungan SNVT Pembangunan Bendungan untuk tahun anggaran 2018. Penandatangan 5 paket ini terdiri dari 2 paket pekerjaan konstruksi senilai 21,45 milyar dan 3 paket pekerjaan konsultansi senilai 2,8 milyar.

Dalam arahannya Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Charisal A. Manu menekankan akan pentingnya komunikasi antar kedua belah pihak.

“Kita membangun kemitraan itu terus berlanjut sampai dengan selesai, jangan sampai sebentar setelah itu pak satker telpon direktur hp nya sudah mati dengan alasan eror, kita membangun mitra itu membangun komunikasi, karena segala sesuatu bisa segera diputuskan kalau komunikasi dan itu sangat membantu.” Imbuh pria yang akrab disapa Roga itu. (DATIN BBWSBS/maw)

Pembangunan Waduk Pidekso Digenjot Maksimal

Setelah sebelumnya melaksanakan kunjungan di Waduk Serbaguna Wonogiri kali ini Kepala Pusat Bendungan Ni Made Sumiarsi, Kepala Balai Besar Wilyah Sungai Bengawan Solo Charisal A. Manu beserta para pejabat eselon dan pejabat kesatkeran melanjutkan kunjungan ke Pembangunan Waduk Pidekso.

Waduk Pidekso ini terletak di Desa Tukulrejo & Desa Pidekso Kecamatan Giriwoyo dan Desa Sendangsari Kecamatan Batuwarno. Pembangunan Bendungan ini sempat terhenti karena pembebasan lahan yang masih terkendala, namun seiring dengan akan selesainya kendala pembebasan lahan pembangunan Bendungan ini akan digenjot maksimal.

“Tolong untuk dipertahankan dan ditingkatkan lagi, untuk kita kejar jangan sampai nanti kita bertindak lambat dan terdapat kendala lagi.” Ujar Ni Made selaku Kepala Pusat Bendungan Kementerian PUPR.

Waduk dengan luas genangan 216 Ha ini nantinya memiliki manfaat Irigasi seluas 1.500 Ha dan Air baku sebanyak 300 lt/dt. (DATIN BBWSBS/maw)

Kunjungan Kapus Bendungan di Wonogiri

Masih dalam rangka rangkain kunjungannya di Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, hari ini Senin (4/9/18) Kepala Pusat Bendungan Ni Made Sumiarsi, Kepala Balai Besar Wilyah Sungai Bengawan Solo Charisal A. Manu beserta para pejabat eselon dan pejabat kesatkeran melaksanakan kunjungan lapangan di Kabupaten Wonogiri.

Kunjungan diawali meninjau pekerjaan Countermeasure For Sediment In Wonogiri Multipurpose Dam Reservoir (IP 552 & IP 567). Dalam pekerjaan IP 552 ini terdapat pekerjaan pengerukan sedimen waduk Wonogiri menggunakan Dredger dengan target pengerukan sebanyak 814.000 m3.

Sedangkan realisasi dilapangan pengerukan sedimen waduk baru sebanyak 609,760 m3. Hal ini disebabkan oleh beberapa kendala diantaranya tidak dapat beroperasinya Dredger 370 HP karena tingginya muka air serta rusaknya salah satu sparepart pada Dradger 760 HP.

Guna menyikapi hal tersebut Kapus Bendungan menginstruksikan untuk membuat detail rencana aksi, “Satker untuk dibuat rencana yang lebih mendetail untuk menyelesaikan IP522, PPK dan Penyedia dibuat action plannya karena paket kritis ini, tapi bagaimana caranya agar tepat selesai sesuai rencana.” Imbuh wanita yang akrab disapa Made ini.

Pada akhir kunjungan kontraktor pelaksana dan konsultan supervisi paket pekerjaan ini pun mengatakan bahwa mereka tetap optimis akan menyelesaikan pekerjaan ini tepat waktu dengan menambah jam operasinal Dradger bila sudah selesai diperbaiki dan ketika tinggi muka air turun sehingga semua Dradger dapat berfungsi semua. (DATIN BBWSBS/maw)

Kapus Bendungan Kunjungi Pembangunan Bendungan di Jawa Timur

Memanfaatkan libur akhir pekan, usai menghadiri perayaan puncak Hari Air Dunia XXVI, Kepala Pusat Bendungan Ni Made Sumiarsih beserta jajarannya dan tim Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo mengunjungi bendungan Bendo (Ponorogo) dan bendungan Tukul (Pacitan), Minggu (8/4/18).

Hal ini sebagai tindak lanjut dari arahan menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang melakukan kunjungan pada 30 maret lalu dalam mempercepat proses pembangunan bendungan.

Ni Made Sumiarsih memberikan arahan untuk selalu berkoordinasi dengan kantor pusat bendungan agar jika ada kendala bisa cepat di selesaikan. Ni Made Sumarsih juga meminta papan informasi diperbanyak dan diperbesar agar dapat meminimalisir kecelakaan kerja.

Dengan melihat kondisi cuaca yang sering berubah dan dapat mempengaruhi proses pengerjaan bendungan diharap berkoordinasi dengan BMKG supaya dapat memastikan perkiraan cuaca, imbuh Ni Made Sumarsih (DATIN BBWSBS).

Puncak Peringatan Hari Air Dunia XXVI

Danau Rawa Pening menjadi tempat dilangsungkannya Acara Puncak Peringatan Hari Air Dunia ke XXVI pada hari Sabtu tanggal 7 April 2018. Dengan agenda aksi bersih danau, aksi menabur benih sebanyak 26 ribu ekor dan juga dimeriahkan parade perahu hias. Acara ini kurang lebih dihadiri sebanyak 1.500 orang dari pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, TNI, Polri, komunitas, dan juga dari masyarakat.

Pemilihan Danau Rawa Pening sebagi tempat acara bukan tanpa alasan. Danau ini merupakan salah satu dari 15 danau kritis di Indonesia. Dimana danau tersebut mengalami penurunan kapasitas karena banyaknya keramba yang membuat munculnya enceng gondok. Sehingga pembersihan perlu dilakukan secara terus menerus. Padahal danau ini berperan penting sebagai sumber air irigasi, perikanan air tawar, pengendalian banjir maupun pembangkit listrik yang berada di sungai tuntang.

Dirjen Sumber Daya Air, Imam Santoso menjelaskan bahwa kedepannya akan bekerjasama dengan Pariwisata, Cipta Karya, Bina Marga, Perhubungan juga dengan Pemda tentunya. Dimana dari Ditjen Sumber Daya Air akan melakukan pembersihan pada danaunya, dari Cipta Karya melakukan penataan kawasannya, dari Bina Marga akan melakukan konektivitas ke danaunya dan juga dengan Dinas Pariwisata dimana ada beberapa titik yang akan dijadikan lokasi pariwisata.

“Kami juga berharap masyarakat disini sadar akan pentingnya pelestarian rawa pening ini sehingga bisa membantu kami dalam melakukan pelestarian ini” ujar Imam Santoso.

Danau rawa pening ini dalam kurun waktu 15 tahun (2002-2016), luasannya terus mengalami penyusutan hingga 30% (820 hektar) dari luas awal 2.670 hektar. Hal ini terjadi tidak lain karena adanya perubahan tata guna lahan pada hulu daerah tangkapan air serta pada badan danau.

Peningkatan tumbuhan enceng gondok memberikan tambahan sedimentasi dan pencemaran. Yang paling parah pada tahun 2016, hingga 47 persen dari luasan danau ditutupi tanaman enceng gondok sehingga terjadi pendangkalan yang parah. Pencemaran dari limbah deterjen, limbah ternak dan limbah budidaya ikan. Hingga saat ini terdapat  600 keramba ikan di danau rawa pening.

Kementerian pekerjaan umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana telah melakukan restorasi untuk penanganan danau dengan mengendalikan sedimen yaitu pengerukan danau, pembuatan tanggul pembatas badan air danau, serta membersihkan enceng gondok secara rutin dan di bagian hulu akan dibuat cek dam untuk mengurangi laju sedimen yang masuk ke danau rawa pening. (Jendar/DATIN BBWSBS)

FGD Hari Air Dunia XXVI

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo pada hari Jumat (06/04/18) mengikuti acara Focus Group Discussion dengan tema kemitraan dalam upaya pelestarian dan perlindungan SDA dalam rangka HAD XXVI tahun 2018 yang berlokasi di Universitas Diponegoro Semarang.

Tokoh-tokoh yang turut serta dalam diskusi tersebut antara lain Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Bapak Imam Santoso, Dirjen PPKL Kementerian LHK RI Bapak Huda A. Sani, Guru Besar Departemen Arsitektur Fakultas Teknik UGM Ibu Wiendu Nuryanti, serta dari kalangan artis dan budayawan Slamet Raharjo.

Pada kesempatan kali ini Slamet Rahardjo menjelaskan tentang seni air yang harus dipelihara untuk anak cucu kita bukan air seni yang diberikan kepada anak cucu kita, status kita untuk saat ini kita itu meminjam air bersih dari anak cucu kita. (rijal,agus/DATIN BBWSBS)