/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Menteri Luar Negeri Kerajaan Belanda H.E Stef Blok melakukan kunjungan ke Bendungan Prijetan, Lamongan, Jawa Timur (04/06/18). Kunjungan ini merupakan kunjungan bilateral resmi Menlu  Belanda pertama dibidang sumber daya air dan bersejarah.

“Bendungan merupakan prasarana sumber daya air yang memiliki nilai investasi tinggi dan mempunyai fungsi vital bagi kehidupan manusia seperti penyediaan air baku, irigasi dan PLTA. Bendungan Prijetan ini merupakan Bendungan yang umurnya lebih dari 100 tahun,” ungkap Muhammad Arsyadi, selaku Sekretaris Direktorat Jenderal SDA Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Dalam akhir sambutannya Setditjen SDA mengucapkan terima kasih atas kedatangan Menteri Luar Negeri Kerajaan Belanda ke Waduk Prijetan, “semoga dapat memberikan kenangan/memorial terhadap keluarga (kakek) yang pernah ikut berperan dalam pembangunan Waduk ini serta semoga juga dapat memberikan gambaran terkait pengelolaan Sumber Daya Air di Indonesia guna meningkatkan kerjasama diantara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Belanda,” ucap Arsyadi.

“Ini selalu terasa spesial bagi seorang Menteri Luar Negeri Kerajaan Belanda untuk mengunjungi Indonesia karena kita memiliki hubungan yang spesial dan juga memiliki masa depan yang cerah untuk bekerja bersama. Saya senang sekali dapat melakukan perjalanan kesini dan melihat perkembangan disini. Khusunya bagi saya pribadi, masa lalu dan masa depan datang bersama  karena kakek kami dulu bekerja di Kementerian Pekerjaan Umum yang melaksanakan pembangunan Bendungan Prijetan ini” Jelas H.E Stef Blok dalam sambutannya.

Dalam kunjungan ini turut hadir Bupati Lamongan dan jajarannya serta kelompok tani yang menggunakan pengairan irigasi dari Waduk Prijetan. Rombongan juga menyempatkan untuk berziarah ke makam yang berada di dekat Bendungan Prijetan. Makan tersebut merupakan makan Mevr. JF A Dligoor yang merupakan salah satu leluhur Menlu Belanda.

Bendungan Tertua Di Indonesia

Bendungan Prijetan dibangun sejak tahun 1910 – 1916, pada saat itu yang menjadi pelaksana pembangunannya adalah : Tuan Dligur, Tuan Birman, Tuan Deles dan Tuan Ireng. Waduk Prijetan terletak di Desa Girik Kecamatan Ngimbang, Desa Tenggerejo dan Desa Mlati Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan.

Waduk Prijetan dengan luas tampungan 231 Ha, dulunya mampu menampung air dengan volume + 12.000.000 m3. Namun sekarang hanya mampu menampung + 9.750.000 m3. Areal baku sawah yang dilayani seluas 4.513 Ha meliputi 33 desa. Adapun daerah yang diairi terdiri dari 3 Kecamatan yaitu : Kec Kedungpring, Kec. Sugio dan Kec. Modo.

(DATIN BBWSBS/maw-sta)