/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Sekretariat Jenderal (Setjen) Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) melakukan pengkajian daerah (kajida) ke Bendung Gerak Bojonegoro Rabu, (29/08/89). Kajida kali ini dipimpin oleh Mayjen TNI Aris Martono Haryadi selaku Deputi Sistem Nasional, Setjen Wantanas.

Dalam kesempatan kali ini tim Setjen Wantannas menitik beratkan peninjaun pada Sembilan program pemerintah yang diantaranya mengenain kondisi infrastruktur di daerah dan DAS Bengawan Solo terkini.

Mayjen TNI Aris Marono sempat bertanya mengenain maksud dan fungsi pembangunan Groundsill yang ada di Bendung Gerak Bojonegoro ini, serta keterkaitannya dengan pengendalian banjir yang sering terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Agus Edy Selaku PPK Sungai & Pantai I menjelaskan, “pembangunan Groundsill bertujuan untuk  menjaga kestabilan atau mengamankan Bendung Gerak Bojonegoro akibat degradasi dasar sungai di hilir Bendung Gerak Bojonegoro, sedangkan untuk penanganan banjir wilayah hilir BBWS Bengawan Solo telah melakukan DED Peningkatan Kapasitas Floodway Plangwot – Sedayu Lawas dan Bendung Gerak Karangnongko. Nantinya apabila semua selesai terbangun sangat signifikan mereduksi banjir tahunan yang terjadi di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya,” ujar pria yang akrab di sapa Agus ini.

Sedangakan Bendung Gerak Bojonegoro yang mempunyai tampungan long storage sebesar 13 juta m3 ini mempunyai peran penting untuk menjaga ketahanan air dalam hal memenuhi kebutuhan air irigasi, air domestik dan air industri di Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Blora (DATIN BBWSBS/maw).