/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Senam Maumere cukup popular di berbagai kalangan, di berbagai acara, di social media dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Sebenarnya nama lagunya adalah “Gemu Fa Mi Re” yang diciptakan oleh Frans Cornelis Dian Bunda, namun masyarakat lebih familiar dengan sebutan Maumere. Maumere merupakan salah satu nama daerah di NTT. Hari ini Dharma Wanita Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo mengadakan Lomba Senam Maumere untuk seluruh karyawan (10/08/2018).

“Acara ini dimaksudkan untuk memperkenalkan Senam Maumere di kalangan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dan mempererat hubungan antar karyawan” Ungkap Nelly Manu selaku Ketua Dharma Wanita dalam sambutannya yang sekaligus mendeskripsikan Senam Maumere.

Lomba Maumere hari ini diikuti oleh 12 Grup yang berasal dari tiap bidang. Peserta lomba menggunakan kostum yang unik dan berbeda-beda. Ada yang memakai pakaian khas NTT, pakaian serba hitam yang dilengkapi rumbai kain dan kalung, pakaian senam dengan selendang, pakaian casual bahkan ada juga yang membuat kostum yang diberi nama sendiri lengkap dengan make up dan accessories. Semua bersuka cita, bersiap dan bersemangat mengikuti lomba yang super heboh ini.

Juara 1dimenangkan oleh Tim Orange Jus dari bidang PJPA, Juara 2 Tim Bendung 1 dari bidang PJSA dan  Juara 3 dimenangkan oleh Tim Cinta OP dari bidang OP, sedangkan untuk Juara Harapan 1 adalah Tim Merah dari bidang PJSA, Juara Harapan 2 adalah Tim Ulu-ulu dan Juara Harapan 3 adalah Tim Bendung 2 dari bidang PJSA.

Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah menarik dan seluruh peserta lomba mendapat cinderamata berupa selendang khas NTT. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo juga memberikan hadiah untuk supir, office boy dan keluarganya. Seusai lomba dilanjutkan dengan hiburan dari penyanyi local yang sangat meriah. Seluruh karyawan BBWS Bengawan Solo bergoyang dan merasa senang.

Acara ini dilakukan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun RI yang ke 73. Semoga dengan adanya lomba Senam Maumere ini dapat melestarikan adat dan budaya yang khas dari Indonesia Timur ini juga sekaligus sebagai ajang untuk refreshing bagi seluruh karyawan Balai. Sampai jumpa di lomba-lomba selanjutnya yaaaaaaaa! (DATINBBWSBS/sita)