/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Inovasi Gate Panel Bendung Karet Pertama di Indonesia

SOLO—Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Imam Santoso mengatakan teknologi gate panel di Bendung Karet Tirtonadi, Solo adalah yang pertama di Indonesia. Keunggulan teknologi tersebut di antaranya waktu pengoperasian singkat, mampu melindungi air blader dari material sungai, perubahan suhu ekstrim dan vandalisme.

Di samping itu, gate panel juga lebih efisien karena dengan tinggi air blader 160 sentimeter, mendapat tinggi maksimal pembendungan 305 sentimeter. Hal itu membuat tampungan airnya mencapai satu juta meter kubik. Sementara pada kondisi flat, ketebalan hanya 32 sentimeter sehingga tidak menghalangi aliran.

“Jika gate panel ini berhasil di Bendung Karet Tirtonadi, maka akan diterapkan juga di bendung-bendung lain di Indonesia. Terutama yang aliran sungainya dipenuhi batu. Ini untuk proteksi bendungnya, agar tidak jebol. Batu-batu di sungai wilayah Indonesia Timur kan bisa merusak bendung. Adanya gate panel plat baja diharapkan bisa meminimalisir kerusakan,” kata dia, saat melakukan kunjungan ke paket penanganan banjir Solo, Sabtu (4/11/2017)

Dalam kunjungannya ke Solo, Imam berpesan agar pelaksanaan proyek penanganan banjir Solo dipercepat. Khusus Bendung Karet Tirtonadi yang pembangunannya mencapai 68%, ia meminta penambahan bangunan ikon Solo di sekitar Bendung. Ia mencontohkan proyek Restorasi Cikapundung yang telah berhasil menjadi ciri khas Bandung.

“Penginnya nanti ada pengembangan jembatan kaca yang membentang di atas Bendung Karet. Ini belum pernah ada kan di Indonesia? Nah adanya ikon ini bisa menarik wisatawan. Masyarakat bisa berwisata, karena nantinya di sekitar bendung juga akan ditata menjadi ruang terbuka yang dilengkapi panggung,” ungkap Imam. Harapannya, pembangunan Bendung Karet lengkap dengan ikon local wisdom rampung digarap akhir 2018 mendatang.