/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Sesuai Nawacita Presiden Jokowi, untuk memenuhi ketahanan pangan dan air, pemerintah mencanangkan pembangunan bendungan untuk meningkatkan jumlah tampungan air di Indonesia, salah satunya pembangunan Bendungan Bendo. Bendungan yang terletak di Desa Ngideng Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo ini memiliki kapasitas tampungan 43,11 juta meter kubik dengan manfaat suplasi irigasi seluas 7.8oo hektar dan penyediaan air baku sebesar 780 liter/detik.

Saat ini progres pembangunan Bendungan Bendo telah mencapai 66,34% dari rencana 69,11% terjadi deviasi minus 2,7%. Deviasai ini terjadi karena sebelumnya masih ada kendala sosial yang masih belum teratasi, namun dengan percepatan – percepatan yang telah dilaksanakan minus deviasi yang ada dan target penyelesaian Bendungan ini dapat teratasi ujar Panji Satrio selaku PPK Bendungan I.

“Dalam waktu tiga empat bulan ini sudah dilakukan percepatan yang luar biasa, bisa dilihat dari grafik tren percepatannya sudah meningkat tajam sehingga teman-teman sekarang tinggal lari saja, kita akan terus bekerja secara parallel jadi tidak saling menunggu, minus deviasi yang ada akan teratasi dibulan oktober November 2018 ini,” terang Panji.

Selain itu Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Charisal A. Manu telah mengintruksikan untuk kontraktor pelaksana lebih meningkatkan koordinasi sehingga ketertinggalan progres bisa diatasi. “Dengan kehadiran saya disana saya instruksikan (kontraktor KSO) lebih berkoordinasi dan bersinergi untuk mengejar progres yang ada,” tandas Charisal. (DATIN BBWSBS/maw)